Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2017

Read Full Post »

Bambang Subiyakto.

Sejarah mencatat bahwa wilayah Borneo, Borneo Selatan dan Timur khususnya, telah lama menjadi ajang petualangan orang asing, khususnya Orang Eropa yang biasa disebut “Orang Bule”, atau “bule” saja. Mereka biasa melakukan petualangan dalam rangka eksplorasi dan eksploitasi. Untuk melaksanakan ini diperlukan persiapan matang dan maksimal sebab setiap perjalanan dilakukan akan makan waktu lama. Salah satu hal penting dalam pelaksanaan eksplorasi di Borneo Selatan dan Timur pada Abad Ke-19 membawa perbekalan berupa barang-barang yang dapat ditukar dengan barang atau keperluan lain. Selama perjalanan membawa barang-barang seperti kain, garam, tembakau dan manik-manik lebih bernilai daripada uang karena lebih mudah digunakan sebagai alat tukar di daerah-daerah perdalaman Borneo. Fakta sejarah ini seperti dialami Nieuwenhuis saat melakukan perjalanan melintasi wilayah Borneo dari Barat (Pontianak) ke Timur (Samarinda) tahun 1894-1900. (lebih…)

Read Full Post »

“All science rest upon shifting sand” merupakan pernyataan Karl Popper sebagaimana dikutip Anthony Giddens di dalam bukunya berjudul The Conquence of Modernity. Kalimat itu mempunyai makna atau maksud bahwa tidak ada satu kebenaran yang pasti, bahkan pada ilmu-ilmu alam sekalipun yang selama ini mengklaim sebagai ilmu pasti, dan memonopoli serta menyebut diri sains. Yang disebut ilmu (sains) tidak lain adalah ilmu yang pasti, yang positivistik, selain itu tidak dapat dikatakan sebagai limu (sains). Berbeda dari kebenaran, pasti (kepastian) adalah kebenaran yang tepat, dapat diukur, tidak terpengaruh oleh sesuatu apapun dan tidak terikat oleh ruang dan waktu. Para ilmuwan ataupun filsuf  ketika itu beranggapan inilah yang paling unggul dan meyakini bahwa semestinya ada landasan yang sama sehingga semua ilmu seharusnya dapat diseragamkan, memiliki keseragaman. (lebih…)

Read Full Post »