Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2010

Mengenang Chairil Anwar

Bambang Subiyakto

Bukan Ersis orangnya jika tidak selalu menggeliat dan berproduksi. Presiden LPKPK ini sekarang berkolaborasi dengan Program Pascasarjana Jurusan Bahasa Unlam pimpinan  doktor Jumadi. Kolaborasi dibangun dengan support berbagai pihak ditujukan untuk  mengenang tokoh sastra terkemuka Indonesia, Chairil Anwar. Moment yang diambil bertepatan dengan hari wafat tokoh itu 28 April 1949. Hasil kolaborasi adalah terwujudnya sebuah buku sastra yang mereka beri judul Antologi Puisi Tajuk Bunga. Buku ini memuat ratusan puisi karya 15 akademisi Unlam dari berbagai disiplin. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

bambang subiyakto

Mempersatukan kelompok-kelompok etnik ke dalam kesatuan Negara Bangsa  Afrika Selatan

Kalau bukan karena pengembangan bentuk prasangka kuat rasial (yang berbeda dari etnis), Afrika Selatan bisa berkembang menjadi jenis yang sama sebagai masyarakat yang harmonis. Ras campuran dan budaya Barat, seperti yang ditemukan di Amerika Latin. Memang, dari sudut pandang budaya, Cape Coloureds lebih bernuansa kebudayaan Afrikaner (orang Afrika). Sumbangan mereka pada Herrenvolk mencakup tiga karakteristik identifikasi utama, yaitu: Bahasa Afrika. (lebih…)

Read Full Post »

bambang subiyakto

Nasionalisme dari Pandangan Postmodernism

Dalam pandangan posmodernisme symbol-simbol seperti lagu kebangsaan, bendera, bahkan bahasa serta lambang-lambang kenegaraan lainnya hanyalah merupakan mitos dan legenda belaka bagi nasionalisme dan tegaknya negara-bangsa. (lebih…)

Read Full Post »

bambang subiyakto

Untuk individu yang khas (baik tempat tinggalnya dalam wilayah dan berbagi budaya telah dianggap sebagai diberikan oleh kelahiran, karena telah memperoleh identitas etnis dari orang tuanya. Etnisitas telah ditafsirkan sebagai memiliki basis biologis, kadang-kadang secara eksplisit dinyatakan dalam hal kekhususan rasial. Seorang etnosentris mungkin juga mengadopsi budaya baru, budaya menyangkal kelahirannya, mengingat bahwa budaya diadopsi bagaimanapun unggul dengan budaya kelahiran. (lebih…)

Read Full Post »

Etnosentrisme, Fenomena Arkaik Masyarakat Pra-modern

Pada era 1950 sampai 1960-an wacana etnisitas dalam kajian ilmu sosial berada dalam kondisi yang paling memprihatinkan. Etnisitas disikapi sebagai gejala pra-modern yang tidak sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi sehingga harus dilenyapkan dari kajian ilmu sosial. (lebih…)

Read Full Post »

Nasionalisme Ernest Renan Beraplikasi Terbatas

Pembahasan mengenai pengertian bangsa dikemukakan pertama kali oleh Ernest Renan pada tahun 1882. Yang dimaksud dengan bangsa menurutnya adalah jiwa, suatu asas kerohanian yang timbul dari: 1) Kemuliaan bersama pada waktu lampau, merupakan aspek histories; 2) Keinginan hidup bersama (le desir de vivre ensemble) pada waktu sekarang, merupakan aspek solidaritas, dalam bentuk dan cakupannya tetap mempergunakan warisan masa lampau, baik untuk kini dan yang akan datang. (lebih…)

Read Full Post »

Etnisitas menurut konsepsi Van den Berghe

Pierre L. van den Berghe mengajukan analisis berbagai bentuk ras dan hubungan etnis, termasuk kekuasaan kolonial, perbudakan, sistem kasta, dan mengenai asimilasi. Ia secara mengesankan berhsil mengajukan hasil analisisnya berikut menggunakan contoh-contoh histories dan lintas budaya. Van den Berghe, penulis buku The Ethnic Phenomenon, pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 dan dirilis kembali pada tahun 1987 dalam bentuk novel, mengemukakan bahwa etnis merupakan fenomena alami – suatu kondisi yang melekat pada sifat manusia. Dengan melihat etnisitas melalui prisma sosiobiologis, tesis van den Berghe tampil bertentangan dengan Zeitgeist antropologi yang berlaku. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »