Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘SOCIAL STUDIES’ Category

Bambang Subiyakto.

Sejarah mencatat bahwa wilayah Borneo, Borneo Selatan dan Timur khususnya, telah lama menjadi ajang petualangan orang asing, khususnya Orang Eropa yang biasa disebut “Orang Bule”, atau “bule” saja. Mereka biasa melakukan petualangan dalam rangka eksplorasi dan eksploitasi. Untuk melaksanakan ini diperlukan persiapan matang dan maksimal sebab setiap perjalanan dilakukan akan makan waktu lama. Salah satu hal penting dalam pelaksanaan eksplorasi di Borneo Selatan dan Timur pada Abad Ke-19 membawa perbekalan berupa barang-barang yang dapat ditukar dengan barang atau keperluan lain. Selama perjalanan membawa barang-barang seperti kain, garam, tembakau dan manik-manik lebih bernilai daripada uang karena lebih mudah digunakan sebagai alat tukar di daerah-daerah perdalaman Borneo. Fakta sejarah ini seperti dialami Nieuwenhuis saat melakukan perjalanan melintasi wilayah Borneo dari Barat (Pontianak) ke Timur (Samarinda) tahun 1894-1900. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Pertemuan 6

Pagi 21 Oktober ’09 berlangsung pertemuan 6 di kamar A9 Gerlong Girang Baru no.7 Bdg. Wacana dibuka ke soal pekuliahan. Tak pelak lagi isinya keluh kesah, rengekan dan penggombalan. Wajar, ini karena realitas ideal tdk sbgmn yg dibayangkan. Masing2 kepala dari 6 individu mengemukakan keluh kesah dan rengekannya, mencoba menelusuri akar persoalan dan menemukan solusinya. ada yg menawarkan solusi dg menafsirkan SDM sbg Selamatkan Diri Masing2, jadikan SDM-isme. Setengah penghadir mengangguk (entah setuju atau tidak). Idem dg ini terajukan solusi agar kita menganut aliran ‘spt air mengalir’. Ada pula yg lebih menekankan pd faham ‘kewaspadaan’. Wapadalah thdp apa dan siapapun. Rasa apriori jangan dijauhkan dari diri kita. Hm… menurutku ada yg lupa, bahwa para penguliah (pengikut kuliah) adalah individu2 berumur yg artinya sdh state dg watak dan tabiatnya. Sementara waktu itu barangkali dpt dipendam mengikuti atau mengapikasikan solusi2 itu, ttp utk berapa lama? Tak ada yg tahu. Relitas gombal memang lain dg ideal. Mau apa kawan? SDM?, ‘biarlah mengalir’?, atau ‘waspadalah’? hmm…

Read Full Post »

Air Sungai

Air menjadi sumber kehidupan utama bagi segenap makhluk di muka bumi. selain laut dan danau, sungai menjadi salah satu tempat air berada dan mengalir. Dengan demikian maka sungai menjadi unsur alam yang paling penting bagi segenap kehidupan. konon pasca kiamat semua musnah kecuali beberapa hal yang abadi. Selain api (di neraka) maka di sorga mengalirlah di bawahnya sungai-sungai. Meskipun tidak diketahui api ataupun sungai yang seperti apa, namun kata-kata itu diabadikan Tuhan di dalam ayatNya. Jika demikian halnya maka sangat tidak pantas bila menjalimi sungai. Bukan hanya itu, adalah pantas sangat bodoh tidak peduli dan tidak memelihara sungai, kecuali kita siap bunuh diri bersama.

Read Full Post »

aah payah

sudah ditulis dan siap diterbitkan terjadi  disconnect, di lain saat terjadi kegagalan karena listrik padam, payah dah apalagi diplus dg malas, ha sempurna dia.

Read Full Post »

tertidur lelap

sungai mengalir sungai besar, tidak ada makna khusus dari istilah ini, tampaknya sungai tak lagi mengalir dan tak lagi besar, tidur dg mimpi

Read Full Post »

SILABI MATA KULIAH MKS (2 SKS)

A. Tujuan
Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dan untuk memahami mengenai kehidupan masyarakat dan kebudayaannya dalam keterkaitannya dengan alam lingkungan tempat tinggal yang dialiri atau dilalui sungai. (lebih…)

Read Full Post »

borsel

borsel

Secangkir kopi dan secarik kertas

 (kepada Laila Zohrah mhs S3 arsitektur Chiba University Japan)

Thema 1: sungai dan zoning

Isu tentang sungai dan permukiman sedang menjadi perdebatan selama dua sampai tiga dekade ini.

LZ:  Apakah pengaruh sungai dalam hubungannya dengan pembangunan regional Kota Banjarmasin? 

BS: Pembangunan regional Kota Banjarmasin terpaksa “mempertimbangkan” keberadaan sungai berikut saluran-saluran air buatan (kanal) yang cukup banyak jumlahnya dan telah hadir sejak lama. Meskipun demikian di dalam realitas praktisnya mungkin terjadi yang sebaliknya, yakni pembangunan regional Kota Banjarmasin kurang (tidak) memperhatikan arti penting keberadaan sungai. Hal ini bisa saja terjadi akibat kurangnya kesadaran mengenai arti penting kedudukan dan fungsi sungai atau karena pertimbangan atas dasar hitung-hitungan ekonomi. Kebijakan melaksanakan program pembangunan regional Kota Banjarmasin kurang sesuai atau belum diperlengkapi dengan aturan-aturan yang memadai dan untuk dilaksanakan. Sejauh kurangnya pemahaman terhadap kedudukan dan fungsi sungai bisa saja memunculkan anggapan bahwa keberadaan sungai merupakan kendala bagi terwujudnya pembangunan regional Kota Banjarmasin yang dikehendaki. Sungai yang berkelok-kelok diikuti dengan banyak anak cabangnya dan ditambah lagi dengan banyaknya saluran air buatan (kanal) yang sudah hadir sejak lama di Kota Banjarmasin mungkin justru dianggap penghambat dan sulitnya dalam menata pembangunan kewilayahan Kota Banjarmasin. Pembangunannya bisa berkembang mengikuti jalur-jalur sungai dan kanal secara tidak teratur atau sebaliknya untuk mencapai penataan yang teratur keberadan sungai diabaikan tanpa pertimbangan dampaknya pada masa depan. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »