Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2010

Bambang Subiyakto

Pengantar

Isu lingkungan, energi, air, dan kesejahteraan rendah terkait dengan perkiraan PBB bahwa populasi manusia tahun 2009 berada pada angka 7 milyar jiwa dan pada tahun 2050 akan mencapai 9 milyar jiwa. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Bambang Subiyakto

Kemungkinan yang terjadi apabila daya dukung (carrying capacity) ruang (space) menerima kelebihan penduduk atau tekanan penduduk (population pressure). (lebih…)

Read Full Post »

Bambang Subiyakto

Upaya-upaya strategis bagi terciptanya keseimbangan pemanfaatan ruang  yang multi aspek.

Hal yang utama adalah menerapkan secara sungguh-sungguh dan secara benar berbagai regulasi tentang penataan ruang serta membuat dan menerapkan regulasi baru jika terdapat yang lebih spesifik dan belum terakomodasi di dalam berbagai regulasi yang telah dikeluarkan. (lebih…)

Read Full Post »

Bambang Subiyakto

Rencana tata ruang berkaitan dengan aspek kebutuhan makanan, perumahan, layanan sosial, kendaraan, dan rekreasi  dalam rangka menghindari konflik penggunaan ruang. (lebih…)

Read Full Post »

Bambang Subiyakto

Bagian 1

Pengantar

Sejak lama nampaknya motif ekonomi mendorong terjadinya hubungan dan pergaulan antar bangsa. Melalui bentuk ekonomi perdagangan berlangsung kontak antar ras, bangsa dan etnis. Salah satu wilayah yang telah lama dikenal luas sebagai tempat terjadinya kontak perdagangan adalah Kesultanan Banjarmasin. Wilayah ini menjelma menjadi yang kemudian dikenal sebagai wilayah Zuid- en Oosterafdeeling van Borneo, selanjutnya diterjemahkan Borneo Tenggara pasca bubarnya Kesultanan Banjarmasin. (lebih…)

Read Full Post »

Bambang Subiyakto

(Bagian 2)

Sejarah mencatat bahwa wilayah Borneo, Borneo Tenggara khususnya, telah lama menjadi ajang petualangan orang asing, khususnya Orang Eropa yang biasa disebut “Orang Bule”, atau “bule” saja. Mereka biasa melakukan petualangan dalam rangka eksplorasi dan eksploitasi. (lebih…)

Read Full Post »

Berkah Alam Borneo

Bambang Subiyakto

(Bagian 3)

Di tengah-tengah pergaulan internasional, Banjarmasin sebagai kota dagang cukup menonjol pada zamannya. Selain mengimpor beras, Banjarmasin juga mendatangkan budak. Dalam hubungan dagangnya dengan Cina, Banjarmasin di antaranya mengekspor komoditas seperti lilin dan lampit (tikar rotan). Dari kawasan Barat, hubungannya dengan Portugis, Banjarmasin memperdagangkan kamfer (kapur barus), intan dan batu-batu permata. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »