Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘SUNGAIKU’ Kategori

Bambang Subiyakto Bagian 1 Pengantar Sejak lama nampaknya motif ekonomi mendorong terjadinya hubungan dan pergaulan antar bangsa. Melalui bentuk ekonomi perdagangan berlangsung kontak antar ras, bangsa dan etnis. Salah satu wilayah yang telah lama dikenal luas sebagai tempat terjadinya kontak perdagangan adalah Kesultanan Banjarmasin. Wilayah ini menjelma menjadi yang kemudian dikenal sebagai wilayah Zuid- en [...]

Untuk mentranslate bahasa

Bambang Subiyakto (Bagian 2) Sejarah mencatat bahwa wilayah Borneo, Borneo Tenggara khususnya, telah lama menjadi ajang petualangan orang asing, khususnya Orang Eropa yang biasa disebut “Orang Bule”, atau “bule” saja. Mereka biasa melakukan petualangan dalam rangka eksplorasi dan eksploitasi.

Untuk mentranslate bahasa

Berkah Alam Borneo

Bambang Subiyakto (Bagian 3) Di tengah-tengah pergaulan internasional, Banjarmasin sebagai kota dagang cukup menonjol pada zamannya. Selain mengimpor beras, Banjarmasin juga mendatangkan budak. Dalam hubungan dagangnya dengan Cina, Banjarmasin di antaranya mengekspor komoditas seperti lilin dan lampit (tikar rotan). Dari kawasan Barat, hubungannya dengan Portugis, Banjarmasin memperdagangkan kamfer (kapur barus), intan dan batu-batu permata.

Untuk mentranslate bahasa

Bambang Subiyakto Bagian 4 Jauh sebelumnya yaitu pada tahun 1805, Bloem menerangkan bahwa harga garam di Banjarmasin telah mengalami perubahan. Pada saat itu, sebagai residen ia menetapkan  harga garam sebesar 30 ringgit per koyan ditambah 4 ringgit cukai.  Sayangnya garam yang tiba di Banjarmasin waktu itu banyak yang rusak bila dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. [...]

Untuk mentranslate bahasa

Bambang Subiyakto (Bagian 5) Sejak awal Abad Ke-19 Banjarmasin sebenarnya sudah tidak lagi sebagai pelabuhan bebas bagi kapal-kapal dagang asing. ini karena Belanda telah mendapatkan otoritas terhadap wilayah perairan Banjarmasin sejak akhir Abad Ke-18 berdasarkan suatu perjanjian dengan sultan setempat. Dari catatan sejarah diketahui bahwa Banjarmasin bersama Ambon merupakan dua pelabuhan paling akhir yang baru [...]

Untuk mentranslate bahasa

(Bagian 4/Penutup) Mengapresiasi Sumberdaya Budaya Pada tema bahasan pertama tergambar sesungguhnya bagaimana warga masyarakat Banjar sangat kurang mengapresiasi elemen budaya material nenek moyangnya sendiri. Generasi baru warga masyarakat Banjar tidak lagi secara mendalam meresapi dan memahami pentingnya model-model saluran air seperti anjir, handil, saka, antasan dan tatah.  Parahnya lagi semakin banyak saja generasi baru ini [...]

Untuk mentranslate bahasa

(Bagian 3) Bubuhan versus Papadaan Elemen-elemen di dalam sebuah kebudayaan mencapai ratusan atau lebih dari itu, baik elemen budaya material maupun non materialnya.  Pada elemen non material terkandung pula wujud gagas berupa nilai budaya yang jauh lebih sulit didefinisikan karena selain luas ruang lingkupnya juga karena sangat abstrak. Pada kesempatan uraian berikut adalah mencoba mengetengahkan [...]

Untuk mentranslate bahasa

(Bagian 2) Anjir, Handil dan Saka Saluran air buatan atau kanal merupakan salah satu elemen dari puluhan atau bahkan ratusan elemen budaya material, yang akumulasinya bersama  elemen-elemen budaya non material, membentuk apa yang dikenal sebagai kebudayaan Banjar. Akumulasi elemen budaya yang khaslah kemudian mencetuskan predikat kebudayaan Banjar. Berdasarkan elemen-elemen budaya yang khas maka orang membedakan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Apresiasi Masyarakat Kalimantan Sumberdaya Budaya (DSB) Bambang Subiyakto (Bagian 1/Pengantar) Apresiasi Masyarakat Kalimantan Terhadap Sumberdaya Budaya merupakan tema Diskusi Ilmiah Arkeologi XXI kali ini. Hal ini menuntut judul berikut substansi tulisan yang relevan dengan itu. Kata kuncinya kemudian tertuju kepada “apresiasi” dan “sumberdaya”. Apresiasi berarti penghargaan atau penilaian terhadap sesuatu. Adapun sumberdaya dapat diartikan sebagai [...]

Untuk mentranslate bahasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.