TAHUN EMAS 2008
Dies Natalis ke-50 Universitas Lambung Mangkurat
Sikap kejuangan senantiasa ditunjukan oleh pendahulu kita. Kemerdekaan telah ditegakan. Perjuangan dengan mengangkat senjata telah dilalui. Persoalan berikut yang dihadapi adalah mengisi kemerdekaan untuk kemajuan masyarakat dan bangsa. Di kalangan pejuang muncul kesadaran bahwa untuk mencapai kemajuan perjuangan perlu dilanjutkan melalui pendidikan. Pada suatu reuni dari para pejuang yang telah tergabung di dalam Kesatuan Tentara Nasional Indonesia Divisi Lambung Mangkurat di desa Niih Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada 3–10 Maret 1957 tercetus kesepakatan membentuk “Dewan Lambung Mangkurat”. Dewan ini mempunyai beberapa rencana kerja yang di antaranya adalah mendirikan sebuah perguruan tinggi di Kalimantan. Rencana ini berhasil diwujudkan dengan mendirikan Universitas Lambung Mangkurat pada tanggal 21 September 1958. Dua tahun kemudian universitas yang masih berstatus swasta itu pada 1 Nopember 1960 diresmikan menjadi perguruan tinggi negeri dengan dasar Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1960.
Sehubungan itu, sampai dengan tahun 1985, Dies Natalis Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) selalu diperingati pada setiap tanggal 21 September. Akan tetapi, kemudian sejak tahun 1986 terjadi perubahan dalam memperingati hari kelahiran (dies natalis) menjadi setiap tanggal 1 Nopember dengan dasar Keputusan Mendikbud Nomor 0554/U/1984 tentang tanggal penyelenggaraan dies natalis universitas/institut negeri di lingkungan Depdikbud RI.
Mulai tahun ini Unlam kembali memperingati hari lahirnya ke tangggal 21 September. Landasan formalnya adalah Permendiknas Nomor 46 Tahun 2008 tertanggal 29 agustus 2008 yang menyetujui perubahan tanggal penyelenggaraan Dies Natalis Unlam dari tanggal 1 Nopember ke tanggal 21 September. Permendiknas ini diterbitkan setelahn mempertimbangkan dan memperhatikan usulan yang telah disampaikan oleh Univeristas Lambung Mangkurat.
Terhitung sejak tahun 1958, maka untuk Dies Natalis Unlam tanggal 21 Sepember 2008 ini merupakan Dies Natalis Ke-50. Orang biasa menyebut memperingati kelahiran tahun ke-50 dengan Tahun Emas. Unlam sekarang ini dengan demikian sedang memperingati tahun emasnya. Banyak yang dapat dimaknai dari memperingati kelahiran Tahun Emas ini. Hal itu tergantung dan kembali pada sikap dan semangat segenap civitas akademikanya untuk bersama terus membangun memajukan Unlam untuk kemudian memajukan masyarakat, bangsa dan negara. Dengan demikian, Unlam yang telah didirikan dan dibangun atas inisiatif para pejuang pendahulu kita pada 50 tahun yang lalu itu dapat kita teruskan perjuangannya untuk mencapai masyarakat dan bangsa yang maju.
Dalam rangka memperingati Ulang Tahun Emas itu, Rektor Unlam telah mengadakan rapat persiapan pada tanggal 8 September 2008 dan menunjuk Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan sebagai Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Dies Natalis Ke-50 Unlam. Rapat memutuskan bahwa peringatan Dies Natalis yang ke 50 ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan pencitraan publik institusi menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bersifat promosi dan aktualisasi institusi.
Rangkaian kegiatan antara lain: Syukuran 50 tahun Unlam yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 September 2008 dengan Acara Buka Puasa Bersama. Bazaar Ramadhan di Kampus Banjarbaru mulai tanggal 16-18 September 2008. Seminar/temu ilmiah dan ekspose hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Perlombaan kreatifitas mahasiswa, olahraga dan seni yang sekaligus menjadi ajang pembinaan atlit dan seniman untuk mengikuti Pomnas dan Peksiminas 2009. Selain itu, diadakan acara Bhakti Sosial berupa kegiatan khitanan massal, penghijauan di lahan kritis seluas 200 ha, ziarah ke makam para pendiri dan pemimpin Unlam. Penganugerahan penghargaan kepada mereka yang berjasa terhadap Unlam serta acara Gebyar Ilmiah dan Pameran 2008.
Mengingat tanggal 21 September tahun ini masih dalam bulan suci Ramadhan dan pada pertengahan Oktober dilaksanakan upacara wisuda, maka acara puncak Dies Natalis ke-50 ini direncanakan dilaksanakan pada tanggal 1 Nopember 2008.
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
50 Tahun Lalu Mereka Yang Berjasa
Universitas Lambung Mangkurat dibangun atas inisiatif dan jasa pejuang kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Selatan, yaitu mereka yang pada tanggal 17 Mei 1949 memproklamasikan Pemerintahan Gubernur Militer ALRI Divisi IV Kalimantan, di bawah pimpinan Gubernur Militer Hasan Basry, sebagai upaya menegakkan kemerdekaan tegaknya NKRI. Pada waktu reuni Kesatuan Tentara Nasional Indonesia Divisi Lambung Mangkurat di desa Niih Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada tanggal 3 – 10 Maret 1957 mereka membentuk “Dewan Lambung Mangkurat” dengan beberapa rencana kerja di antaranya mendirikan perguruan tinggi di Kalimantan.
Untuk terwujudnya rencana itu, Dewan Lambung Mangkurat pada pertengahan tahun 1958 membentuk Panitia Persiapan Pembentukan Universitas Lambung Mangkurat, yang terdiri dari:
Pelindung/Penasehat :
1. KH.Idham Chalid, Waperdam II RI
2. Ir. P. Muhammad Noor, Menteri PUT RI
3. Kol. Kusno Utomo, Panglima TT VI Div. Tanjungpura
4. Milono, Kepala Daswati I Jatim
5. Mr. Burhanuddin, Direktur Bank Indonesia
6. H.M. Hanafiah, mantan Menteri Agraria RI
Pengurus:
Ketua Umum : Letkol H. Hasan Basri
Ketua I : Sarkawi, Gubernur Kalsel
Ketua II : H. Maksid, Kepala Daswati I Kalsel
Ketua III : Tjilik Riwut, Gubernur Kalteng
Sekretaris Umum : Kho Boen Tian (Notaris)
Sekretaris I : Drs. Aspul Anwar
Sekretaris II : Drs. Baderun Aran
Sekretaris III : Drs. AD. Patianom
Bendahara I : Djantera
Bendahara II : W.A. Narang
Pembantu Umum :
A. Sinaga Drs. Tan Tjin Kie
Mr. Soejono Hadidjoyo Mr. Ong Tjong Hauw
H. Abdurrachman Ismail, MA Agus Ibrahim
Abdoerrivai, BA
Anggota:
1. Komandan Kodam Kalteng 17. Basri, BA, Brb
2. Kepala Kepolisian Kalsel 18. Mayor H. Abranie, Bjm
3. Kastaf Koad Kalimantan 19. A. Sjar’ie Musaffa, Bjm
4. Kastaf Kodam Kalsel 20. H. Sam’ani, Bjm
5. Kep. Pengawas Kejaksaan Kalimantan 21. M. Ardiansjah Ideham, BAE, Bjm
6. Kep. Perwakilan Kem. PPK Kalsel 22. H. Burhan Saniman, Bjm
7. Kep. Jawatan Agama Kalsel 23. H.A. Gazali, Bjm
8. Ketua DPRD Swatantra Tk I Kalsel 24. Utuh Darham, Bjm
9. Sekr. Gubernur Kalsel 25. H. Sibli Imansjah, Bjm
10. DPD Seksi PPK Swatantra Tk I Kalsel 26. Zafri Zamzam, Bjm
11. Ketua DPRD Sw Tk II Kotapraja Bjm 27. Ny. Kusno Utomo, Bjm
12. Ketua Majlis Perniagaan & Perusahaan Kalsel 28. Ny. Djohansjah, Bjm
13. Mr. Gusti Majur, Jkt 29. Ny. Hamdah, Bjm
14. Dr. Gt. Rizali Noor, Jkt 30. Ny. Kho Sek Beng
15. Ir. Abdul Kadir, Bdg 31. Ny. DongosPatianom, Bjm
16. Dr. Liem Tjiap Tiong, Bjm
Kepanitiaan itu dikuatkan dengan akte notaris tanggal 12 Februari 1959 mengenai Yayasan Perguruan Tinggi Lambung Mangkurat. Langkah berikutnya adalah menyelenggarakan upacara peresmian. Untuk ini dibentuklah Panitia Penyelenggara Pembukaan Universitas Lambung Mangkurat dengan susunan kepanitiaan:
Ketua Umum : Mayor A. Wahab Sjahrani
Ketua I : Mayor H. Aberanie
Ketua II : Kho Boen Tian
Sekretaris I : A. Sjar’ie Musaffa
Sekretaris II : H. Horman
Bendahara : Hanafiah, H. Burhan Arifin, Utuh Darham, dan Abdul Gafar
Sie Protokol : Kapt. Soedarsono
- Angkutan : Lettu. Siprin
- Penginapan : Letda. Maskur Rivai dan A.B. Abubakar
Sie Upacara : Agus Ibrahim, Gt. Ibrahim, H. Mastur, Busthani, N. Achjat
Sie Resepsi : A. Sjar’ie Musaffa, H. Husni Thamrin, M. Daud Jahja, May. Tjokropranolo, Abdul Gaffar
Sie Peninjauan : H. Burhan Saniman dan Soetra Ali Syahrir
Akhirnya pada tanggal 21 September 1959 pukul 10.00 bertempat di Pesanggrahan Negara di Jalan Tugu Banjarmasin, Panitia berhasil menyelenggarakan upacara peresmian berdirinya Universitas Lambung Mangkurat. Hadir pada upacara ini adalah:
Menteri PUT RI, Menteri Kehakiman RI, Menteri Agama RI, Deputy Kasad, Ketua MA RI, Jaksa Agung RI, Gubernur Kalsel, Gubernur Kalteng, Ketua DPRD Sw Tk I Jatim, Ketua dan Wk. Ketua DPRD Sw Tk I Kalsel, Pan. Persiapan Pembukaan ULM, Dewan Kurator ULM, para Dosen ULM, para mahasiswa angkatan pertama, dan undangan lainnya.
Untuk pertama kalinya pimpinan Universitas Lambung Mangkurat adalah:
Presiden Universitas : Letkol H. Hasan Basry
Wakil Presiden : Mayor Abdul Wahab Syahranie
Sekretaris : Drs. Aspul Anwar
Universitas Lambung Mangkurat ini terdiri atas 4 Fakultas yaitu: 1) Fakultas Hukum, 2) Fakultas Ekonomi, 3) Fakultas Sosial dan Politik, 4) Fakultas Islamilogi. Universitas baru ini berstatus swasta. Berjalan dua tahun, tepatnya pada tanggal 1 Nopember 1960, Pemerintah Republik Indonesia meresmikan Universitas Lambung Mangkurat sebagai Universitas Negeri, dengan dasar Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1960. Sejak ini fakultasnya terdiri dari 1) Fakultas Hukum, 2) Fakultas Ekonomi, 3) Fakultas Sosial dan Politik, 4) Fakultas Pertanian. Adapun Fakultas Islamilogi diserahkan kepada Fakultas Syariah IAIN Yogyakarta yang membuka cabang di Banjarmasin. Demikianlah dua tahun pertama perjalanan Universitas Lambung Mangkurat yang sekarang ini, 50 kemudian telah menjadi universitas yang terdiri dari 10 fakultas dengan sekitar 10.000 mahasiswa.
