Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Bidang Filsafat Ilmu (Pendidikan)

Berikut ini merupakan bentuk pertanyaan materi filsafat ilmu, filsafat ilmu pendidikan, menurut akademisi IPS universitas pendidikan Indonesia.

Bagian A:

  1. Perubahan yang harus dihadapi oleh masyarakat bangsa Indonesia dewasa ini sangat beragam dan kompleks. Kita berada dalam peralihan perdaban dari masyarakat pertanian ke masyarakat industri, kemajuan pesat di bidang ilmu dan teknologi, selain itu diterpa oleh tantangan modernisasi dan globalisasi.

a. Kondisi di atas menghidupkan isu-isu ketertinggalan, kemiskinan, dan kependudukan. Menurut anda, bagaimana pendidikan direncanakan untuk membangun kualitas peserta didik yang cerdas, tetapi tetap memiliki karekter nilai berbangsa, sehingga mereka merasa bangga sebagai anak Indonesia? Nilai-nilai dan kecerdasan apa saja yang perlu diraih peserta didik agar Indonesia tidak ketinggalan di tahun 2020?

b. Sebagai perancang pendidikan, filsafah dan filsafah pendidikan apa saja yang perlu dijadikan payung atau landasan berpijak? Cobalah elaborasi! Lanjut Baca »

Bagian A:
1. Tiga pakar belajar antara lain Albert Bandura yang terkenal dengan Teori Pembelajaran Sosial (Social Learning Theory), Jean Piaget terkenal dengan Teori Tingkat Perkembangan (Stage Theory of Development), Lev Vygotsky, Teori Perkembangan Sosial (Social Development Theory). Bandingkan substansi esensial dari ketiganya dan menurut anda yang mana di antaranya yang paling sesuai dengan pembelajaran IPS dan jelaskan mengapa?
2. Tidak bisa dipungkiri pembelajaran IPS di sekolah-sekolah masih mengalami kendala antara separated dan integrated teaching and learning process/approaches. menurut bacaan-bacaan anda atau pengalaman anda pribadi, mengapa ini masih terjadi dan apakah anda mempunyai solusi untuk memecahkannya?
3. jelaskan apa yang dimaksud dengan pembelajaran konstruktivis dan/atau pembelajaran kontekstual IPS? Berilah beberapa contoh. Lanjut Baca »

Bambang Subiyakto

Abstract

Rivier te Bandjermasin, 1870

Bambang Subiyakto

Antasan Kuin 1899

Jukung besar tempat tinggal 1899

The main aim of this writing is to study the water transportation system of inland navigation in Southeast Kalimantan in the nineteenth century as seen from the historical perspective. It is hoped that the study will be able to reconstruct the process of the past history of Southeast Kalimantan and concomitantly enrich the corpus of literature in Indonesian history in general. Lanjut Baca »

Negara dan Rakyat

Jangalah engkau merasa nyaman dan tentram wahai rakyatku

Di tanah gemah ripah loh jinawi, kau dapat terusik

Saatnya bisa datang tiba-tiba menjadi pengalaman kolektifmu

Sebagian dari kelompok-kelompokmu telah mengalaminya Lanjut Baca »

terorisme, mega korupsi, tawuran kelompok, perang etnik, penghilangan nyawa oleh polisi dan penjahat yang mungkin sama banyak jumlahnya, salah tangkap, salah menghukum orang, dan banyak lagi yang lainnya yang destruktif dan negatif. kesemua itu terjadi di negeri gemah ripah loh jinawi ini. Apa lagi yang layak kita perbuat? frustasi, putus asa, malu, dan dsb dsb. aaakh… negeri yg mulai terkoyak karena salah mengurus.

All science rest upon shifting sand” merupakan pernyataan Karl Popper sebagaimana dikutip Anthony Giddens di dalam bukunya berjudul The Conquence of Modernity. Kalimat itu mempunyai makna atau maksud bahwa tidak ada satu kebenaran yang pasti, bahkan pada ilmu-ilmu alam sekalipun yang selama ini mengklaim sebagai ilmu pasti, dan memonopoli serta menyebut diri sains. Yang disebut ilmu (sains) tidak lain adalah ilmu yang pasti, yang positivistik, selain itu tidak dapat dikatakan sebagai limu (sains). Berbeda dari kebenaran, pasti (kepastian) adalah kebenaran yang tepat, dapat diukur, tidak terpengaruh oleh sesuatu apapun dan tidak terikat oleh ruang dan waktu. Para ilmuwan ataupun filsuf  ketika itu beranggapan inilah yang paling unggul dan meyakini bahwa semestinya ada landasan yang sama sehingga semua ilmu seharusnya dapat diseragamkan, memiliki keseragaman. Lanjut Baca »

Bambang Subiyakto

Bukan Ersis orangnya jika tidak selalu menggeliat dan berproduksi. Presiden LPKPK ini sekarang berkolaborasi dengan Program Pascasarjana Jurusan Bahasa Unlam pimpinan  doktor Jumadi. Kolaborasi dibangun dengan support berbagai pihak ditujukan untuk  mengenang tokoh sastra terkemuka Indonesia, Chairil Anwar. Moment yang diambil bertepatan dengan hari wafat tokoh itu 28 April 1949. Hasil kolaborasi adalah terwujudnya sebuah buku sastra yang mereka beri judul Antologi Puisi Tajuk Bunga. Buku ini memuat ratusan puisi karya 15 akademisi Unlam dari berbagai disiplin. Lanjut Baca »

bambang subiyakto

Mempersatukan kelompok-kelompok etnik ke dalam kesatuan Negara Bangsa  Afrika Selatan

Kalau bukan karena pengembangan bentuk prasangka kuat rasial (yang berbeda dari etnis), Afrika Selatan bisa berkembang menjadi jenis yang sama sebagai masyarakat yang harmonis. Ras campuran dan budaya Barat, seperti yang ditemukan di Amerika Latin. Memang, dari sudut pandang budaya, Cape Coloureds lebih bernuansa kebudayaan Afrikaner (orang Afrika). Sumbangan mereka pada Herrenvolk mencakup tiga karakteristik identifikasi utama, yaitu: Bahasa Afrika. Lanjut Baca »

bambang subiyakto

Nasionalisme dari Pandangan Postmodernism

Dalam pandangan posmodernisme symbol-simbol seperti lagu kebangsaan, bendera, bahkan bahasa serta lambang-lambang kenegaraan lainnya hanyalah merupakan mitos dan legenda belaka bagi nasionalisme dan tegaknya negara-bangsa. Lanjut Baca »

bambang subiyakto

Untuk individu yang khas (baik tempat tinggalnya dalam wilayah dan berbagi budaya telah dianggap sebagai diberikan oleh kelahiran, karena telah memperoleh identitas etnis dari orang tuanya. Etnisitas telah ditafsirkan sebagai memiliki basis biologis, kadang-kadang secara eksplisit dinyatakan dalam hal kekhususan rasial. Seorang etnosentris mungkin juga mengadopsi budaya baru, budaya menyangkal kelahirannya, mengingat bahwa budaya diadopsi bagaimanapun unggul dengan budaya kelahiran. Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.