Feeds:
Tulisan
Komentar

SILABI MATA KULIAH MKS (2 SKS)

A. Tujuan
Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dan untuk memahami mengenai kehidupan masyarakat dan kebudayaannya dalam keterkaitannya dengan alam lingkungan tempat tinggal yang dialiri atau dilalui sungai. Lanjut Baca »

borsel

borsel

Secangkir kopi dan secarik kertas

 (kepada Laila Zohrah mhs S3 arsitektur Chiba University Japan)

Thema 1: sungai dan zoning

Isu tentang sungai dan permukiman sedang menjadi perdebatan selama dua sampai tiga dekade ini.

LZ:  Apakah pengaruh sungai dalam hubungannya dengan pembangunan regional Kota Banjarmasin? 

BS: Pembangunan regional Kota Banjarmasin terpaksa “mempertimbangkan” keberadaan sungai berikut saluran-saluran air buatan (kanal) yang cukup banyak jumlahnya dan telah hadir sejak lama. Meskipun demikian di dalam realitas praktisnya mungkin terjadi yang sebaliknya, yakni pembangunan regional Kota Banjarmasin kurang (tidak) memperhatikan arti penting keberadaan sungai. Hal ini bisa saja terjadi akibat kurangnya kesadaran mengenai arti penting kedudukan dan fungsi sungai atau karena pertimbangan atas dasar hitung-hitungan ekonomi. Kebijakan melaksanakan program pembangunan regional Kota Banjarmasin kurang sesuai atau belum diperlengkapi dengan aturan-aturan yang memadai dan untuk dilaksanakan. Sejauh kurangnya pemahaman terhadap kedudukan dan fungsi sungai bisa saja memunculkan anggapan bahwa keberadaan sungai merupakan kendala bagi terwujudnya pembangunan regional Kota Banjarmasin yang dikehendaki. Sungai yang berkelok-kelok diikuti dengan banyak anak cabangnya dan ditambah lagi dengan banyaknya saluran air buatan (kanal) yang sudah hadir sejak lama di Kota Banjarmasin mungkin justru dianggap penghambat dan sulitnya dalam menata pembangunan kewilayahan Kota Banjarmasin. Pembangunannya bisa berkembang mengikuti jalur-jalur sungai dan kanal secara tidak teratur atau sebaliknya untuk mencapai penataan yang teratur keberadan sungai diabaikan tanpa pertimbangan dampaknya pada masa depan. Lanjut Baca »

Buku              : Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung

Penulis          : DR. Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.Jp.(K)

Penerbit         : PT. Sulaksana Watinsa Indonesia (SWI)

Kota                : Jakarta Hal              : xii dan 204

Kurang lebih pukul 19.30 tadi malam (11/04/08), pak Eko memberikan buku berjudul Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung, buah karya Menteri Kesehatan RI, DR. Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.Jp.(K). Ketika itu saya baru kurang lebih satu jam tiba di rumah sepulang dari perjalanan satu minggu bersama mahasiswa FKIP Unlam melakukan ‘Studi Banding dan Latihan Penelitian’ di Jogjakarta dan Jatim (pada suku Tengger di kawasan Gunung Bromo). Di sini, saya tidak ingin mengatakan seribu maaf, melainkan sejuta maaf bila cara saya oleh keadaan itu kemudian dalam membahas buku karya salah seorang pemimpin nasional ini kurang berkenan atau sangat mengecewakan hadirin. Lanjut Baca »

de hemel betrekt

beyond expression

beyond expression

Langit Mendung

Ke mana langkah di kala gundah menerpa

Ke siapa tanya bila kalbu dibalut gelap

Jalan berliku bahkan lurus tampak lenyap

Sungai tak lagi mengalir yang biasa menyapa kiri kanan dengan salam

Segalanya telah menyerbu negeri ini dengan ganas

Lebih ganas dari sejuta halilintar

Menghanguskan segalanya

Mencampakan segalanya

Datang dengan tiada henti melumatkan asa

Negeri ini negeri langit mendung

350 tahun, tiga setegah tahun atau 63 tahun

Gelap menutup kalbu, menutup asa

menutup segala

Banjarbaru Sandika

2008

 

 

article is an introuductory study on the three activities: cruising, port, and trade were historical realities in Southeast Kalimantan. The result shows a general description that those aspects were the integrated ones. Based on the historical evidences, those aspects were important foundation for wider life of the in habitants settling in Southeast Kalimantan.

Key words: cruising, port, and trade Lanjut Baca »

Abstract: This article is aimed at exploring smuggling phenomenon and black market in South Kalimantan in the 19th century. The phenomenon can be described because its source or historical data is available. The source or data is in the form of text-books and manuscripts. Based on historical methods, the smugging and black market phenomenon in South kalimantan in 19th century addition to economical factor, geographical condition of South Kalimantan, especially in waters areas, was also said as the determining factor on the phenomenon.

Key words: smuggling, black market, and water area Lanjut Baca »

Pengantar
Dalam sejarahnya, Banjarmasin sering disebut sebagai salah satu pusat perdagangan internasional, namun seiring dan hampir sama seringnya juga disebut sebagai daerah pusat terjadinya kasus perompakan, di samping penyelundupan dan perdagangan gelap. Banjarmasin yang dimaksud adalah sebuah kesultanan yang tumbuh sejak pertengahan Abad XVI hingga Abad XIX. Wilayah pengaruh kekuasaannya cukup luas, termasuk daerah kesultanan Kotawaringin di sebelah Barat dan daerah kesultanan Kutai di sebelah Timur. Pada kesempatan ini, dalam alasan teknis semata, wilayah seluas itu cukup disebut dengan wilayah Kalimantan Selatan. Pada kesempatan ini pula maka fokus perhatian penulisan diarahkan ke persoalan perompakan yang berlangsung di wilayah Kalimantan Selatan pada Abad XIX. Lanjut Baca »

Humaidy

Ulasan terhadap “Infrastruktur Pelayaran Sungai Kota Banjarmasin Tahun 1900-1970”, oleh Bambang Subiyakto dalam Freek Colombijn et al. (eds.), Kota Lama, Kota Baru: Sejarah Kota-Kota di Indonesia, Jojakarta: Ombak dan Netherlands Institute for War Documentation, 2005, hal. 336-358.

Sekitar tahun 1998-an, saat tampuk pemerintahan Indonesia dipegang oleh presiden Prof. Dr. Ing. BJ. Habibi, IAIN Antasari Banjarmasin sempat dikunjungi Menteri Agama Prof.Dr.H. Malik Fajar dalam rangka menjadi Keynote Speaker suatu seminar. Lanjut Baca »