Feeds:
Tulisan
Komentar

Karya Dr. Mujiburrahman ‘Mengindonesiakan Islam, Representasi dan Ideologi’ (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), xxv, 438 hal., bibl., ind., 16×24 cm. Pengantar: Prof. Dr. Karel A. Steenbrink (Univ. Utrecht Belanda)

Buku Dr. Mujiburrahman, Mengislamkan Indonesia: Representasi dan Ideologi, bagi saya cukup tebal untuk di-review, di-resensi, atau dibedah(?). Buku setebal tepat dua sentimeter ini berisi 438 halaman plus 25 halaman pembuka (preliminary pages). Kecuali hanya ada bibiliografi dan indeks tanpa appendix dan glosari untuk halaman penolong (auxiliary pages), karya doktor muda asal Amuntai ini cukup representatif disebut buku. Kandungan isi paparannya dipilah atas empat bagian judul yang keseluruhannya memuat 25 sub-bagian judul. Celakanya bukan pada tebalnya buku atau banyaknya halaman, melainkan karena buku ini merupakan kumpulan karangan penulis sebagaimana diakuinya. Menggunakan bahasa yang lugas dan jelas, kadang menggoda, mampu menghanyutkan pembacanya merupakan salah satu keistimewaan buku ini. Kalimatnya mengalir lancar, sehingga pembaca tidak perlu mengerutkan kening hanya karena sulit memahaminya. Tanpa harus terikat dengan kaidah bahasa secara ketat yang diutamakan adalah komunikatif dan ini berhasil dilakukan penulis. Oleh karena itu, membaca buku ini secara biasa terasa makin nyaman. Akan tetapi, karena berupa kumpulan karangan, apalagi dalam jumlah cukup banyak, maka buku ini tidak mudah diresensi, setidaknya bagi saya. Lanjut Baca »

Pengarang Dahlan Iskan; Judul ‘Ganti Hati’; Penerbit JP Books, Surabaya; Hal. 328, viii, ilustrasi; Tahun 2007

Hati (baca liver) luka (baca sakit) dibedah untuk diganti yang baru agar lebih menjamin hidup bisa lebih diperpanjang. Mungkinkah? Sejak seperempat abad terakhir millennium dua dunia kedokteran mencapai kemajuan dalam hal transplantasi organ tubuh, termasuk transplantasi liver. Publikasi atau penjelasan-penjelasan akademik soal transplantasi ini tidak sedikit jumlahnya. Akan tetapi, mengenai bagaimana aplikasinya yang  dirasakan dan dialami langsung oleh seseorang masih langka diungkapkan. Hal inilah barangkali yang menyebabkan buku berjudul Ganti Hati yang ditulis oleh Dahlan Iskan menjadi sesuatu yang menarik untuk dibaca. Lanjut Baca »

Pertemuan 6

Pagi 21 Oktober ‘09 berlangsung pertemuan 6 di kamar A9 Gerlong Girang Baru no.7 Bdg. Wacana dibuka ke soal pekuliahan. Tak pelak lagi isinya keluh kesah, rengekan dan penggombalan. Wajar, ini karena realitas ideal tdk sbgmn yg dibayangkan. Masing2 kepala dari 6 individu mengemukakan keluh kesah dan rengekannya, mencoba menelusuri akar persoalan dan menemukan solusinya. ada yg menawarkan solusi dg menafsirkan SDM sbg Selamatkan Diri Masing2, jadikan SDM-isme. Setengah penghadir mengangguk (entah setuju atau tidak). Idem dg ini terajukan solusi agar kita menganut aliran ’spt air mengalir’. Ada pula yg lebih menekankan pd faham ‘kewaspadaan’. Wapadalah thdp apa dan siapapun. Rasa apriori jangan dijauhkan dari diri kita. Hm… menurutku ada yg lupa, bahwa para penguliah (pengikut kuliah) adalah individu2 berumur yg artinya sdh state dg watak dan tabiatnya. Sementara waktu itu barangkali dpt dipendam mengikuti atau mengapikasikan solusi2 itu, ttp utk berapa lama? Tak ada yg tahu. Relitas gombal memang lain dg ideal. Mau apa kawan? SDM?, ‘biarlah mengalir’?, atau ‘waspadalah’? hmm…

Air Sungai

Air menjadi sumber kehidupan utama bagi segenap makhluk di muka bumi. selain laut dan danau, sungai menjadi salah satu tempat air berada dan mengalir. Dengan demikian maka sungai menjadi unsur alam yang paling penting bagi segenap kehidupan. konon pasca kiamat semua musnah kecuali beberapa hal yang abadi. Selain api (di neraka) maka di sorga mengalirlah di bawahnya sungai-sungai. Meskipun tidak diketahui api ataupun sungai yang seperti apa, namun kata-kata itu diabadikan Tuhan di dalam ayatNya. Jika demikian halnya maka sangat tidak pantas bila menjalimi sungai. Bukan hanya itu, adalah pantas sangat bodoh tidak peduli dan tidak memelihara sungai, kecuali kita siap bunuh diri bersama.

aah payah

sudah ditulis dan siap diterbitkan terjadi  disconnect, di lain saat terjadi kegagalan karena listrik padam, payah dah apalagi diplus dg malas, ha sempurna dia.

tertidur lelap

sungai mengalir sungai besar, tidak ada makna khusus dari istilah ini, tampaknya sungai tak lagi mengalir dan tak lagi besar, tidur dg mimpi

SILABI MATA KULIAH MKS (2 SKS)

A. Tujuan
Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dan untuk memahami mengenai kehidupan masyarakat dan kebudayaannya dalam keterkaitannya dengan alam lingkungan tempat tinggal yang dialiri atau dilalui sungai. Lanjut Baca »

borsel

borsel

Secangkir kopi dan secarik kertas

 (kepada Laila Zohrah mhs S3 arsitektur Chiba University Japan)

Thema 1: sungai dan zoning

Isu tentang sungai dan permukiman sedang menjadi perdebatan selama dua sampai tiga dekade ini.

LZ:  Apakah pengaruh sungai dalam hubungannya dengan pembangunan regional Kota Banjarmasin? 

BS: Pembangunan regional Kota Banjarmasin terpaksa “mempertimbangkan” keberadaan sungai berikut saluran-saluran air buatan (kanal) yang cukup banyak jumlahnya dan telah hadir sejak lama. Meskipun demikian di dalam realitas praktisnya mungkin terjadi yang sebaliknya, yakni pembangunan regional Kota Banjarmasin kurang (tidak) memperhatikan arti penting keberadaan sungai. Hal ini bisa saja terjadi akibat kurangnya kesadaran mengenai arti penting kedudukan dan fungsi sungai atau karena pertimbangan atas dasar hitung-hitungan ekonomi. Kebijakan melaksanakan program pembangunan regional Kota Banjarmasin kurang sesuai atau belum diperlengkapi dengan aturan-aturan yang memadai dan untuk dilaksanakan. Sejauh kurangnya pemahaman terhadap kedudukan dan fungsi sungai bisa saja memunculkan anggapan bahwa keberadaan sungai merupakan kendala bagi terwujudnya pembangunan regional Kota Banjarmasin yang dikehendaki. Sungai yang berkelok-kelok diikuti dengan banyak anak cabangnya dan ditambah lagi dengan banyaknya saluran air buatan (kanal) yang sudah hadir sejak lama di Kota Banjarmasin mungkin justru dianggap penghambat dan sulitnya dalam menata pembangunan kewilayahan Kota Banjarmasin. Pembangunannya bisa berkembang mengikuti jalur-jalur sungai dan kanal secara tidak teratur atau sebaliknya untuk mencapai penataan yang teratur keberadan sungai diabaikan tanpa pertimbangan dampaknya pada masa depan. Lanjut Baca »

Buku DR. Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.Jp.(K)Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung’, Jakarta: PT. Sulaksana Watinsa Indonesia (SWI), xii dan 204, 2008.

Kurang lebih pukul 19.30 tadi malam (11/04/08), pak Eko memberikan buku berjudul Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung, buah karya Menteri Kesehatan RI, DR. Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.Jp.(K). Ketika itu saya baru kurang lebih satu jam tiba di rumah sepulang dari perjalanan satu minggu bersama mahasiswa FKIP Unlam melakukan ‘Studi Banding dan Latihan Penelitian’ di Jogjakarta dan Jatim (pada suku Tengger di kawasan Gunung Bromo). Di sini, saya tidak ingin mengatakan seribu maaf, melainkan sejuta maaf bila cara saya oleh keadaan itu kemudian dalam membahas buku karya salah seorang pemimpin nasional ini kurang berkenan atau sangat mengecewakan hadirin. Lanjut Baca »

de hemel betrekt

beyond expression

beyond expression

Langit Mendung

Ke mana langkah di kala gundah menerpa

Ke siapa tanya bila kalbu dibalut gelap

Jalan berliku bahkan lurus tampak lenyap

Sungai tak lagi mengalir yang biasa menyapa kiri kanan dengan salam

Segalanya telah menyerbu negeri ini dengan ganas

Lebih ganas dari sejuta halilintar

Menghanguskan segalanya

Mencampakan segalanya

Datang dengan tiada henti melumatkan asa

Negeri ini negeri langit mendung

350 tahun, tiga setegah tahun atau 63 tahun

Gelap menutup kalbu, menutup asa

menutup segala

Banjarbaru Sandika

2008

 

 

Tulisan Sebelumnya »